Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 September 2017

KEAGUNGAN AKHLAQ RASULULLAH SAW

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat.
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.

Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kmdn, penuhlah Masjid dg para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendpt taushiyah dr Rasulullah SAW.

Beliau duduk dg lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yg tengah dilderitanpya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat2 ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yg layak di sembah?"

Semua sahabat menjawab dg suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kpd kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yg menjadikan para sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dg manusia."

Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kpd Rasulullah".

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba2 bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sblm masuk Islam, dia berkata:

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tsb tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di
belakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yg sama."

Dengan suara yg agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pd Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dg nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah utk memukul Rasulullah"

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sdg sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba2 Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yg pertama beriman dg apa yg Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabtnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".

Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

"Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yg sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dg Ukasyah" .

Ukasyah semakin dekat dg Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dg menyakIiti kakek kami, wahai Paman."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dg Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar, dg lantang Ukasyah berkata:

"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa ber-lama2 dlm keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah, sedang bbrp batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu ber-lebih2an. Nanti Allah akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis se-jadi2nya,

Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku
melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dg tubuhmu.

Seumur hidupku aku ber-cita2 dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dg senyum berkata:
"Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Semoga dengan membaca ini bila ada air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada kekasih Allah SWT....

Allahumma sholli 'alaa Muhammad.
Allahumma sholli 'alayhi wassalam ...
Semoga Allah Swt. Selalu meridloi kita semua, Amiin..

Kamis, 24 Maret 2011

SURVEY POTENSI KEUANGAN DENGAN METODE RAPID RURAL APPRAISAL

LAPORAN 
SURVEI POTENSI KEUANGAN DESA DUREN
KECAMATAN TENGARAN – KABUPATEN SEMARANG

BAB I
A.    LATAR BELAKANG

BPR merupakan suatu Lembaga perbankan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, yakni menghimpun dana atau tabungan dari masyarakat atau pihak ketiga dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pemberian kredit kepada masyarakat. Dan pengembangan usahanya BPR diwajibkan untuk menjaga tingkat kesehatan bank, BPR harus memperhitungkan beberapa aspek, aktiva produktif, manajemen, rentabilitas mapun liquiditas. Aspek-aspek dalam perhitungan tingkat kesehatan tersebut saling terkait antara aspek yang satu dengan lainya.  Yang meliputi aspek permodalan, dan aspek kredit yang disalurkan dengan yang diterima. Dalam lingkup wilayah kerja BPR cukup banyak kesempatan memperoeh masyarakat yang layak untuk menjadi calon nasabah, baik sebagai calon debitur maupun calon penyimpan dana, namun masih sebagian besar masyarakat belum tahu benar mengenai Perbankan khususnya BPR:
  1. Kurangnya Informasi mengenai produk dan pelayanan BPR sebagai calon nasabah kredit maupun sebagai  penyimpan dana.
  2. Lokasi – lokasi calon debitur jauh dari Kantor BPR sehingga dari segi jarak BPR tidak bisa menjangkau.
  3. Masyarakat sekitar biasanya lebih percaya dengan keberadaan Bank Pemerintah dibanding BPR.
Dari sisi BPR diakui adanya keterbatasan yang dimiliki yaitu sumber daya manusia, biaya, sarana dan prasarana yang merupakan bagian yang tidak terpisah untuk pengembangan suatu usaha bank. Dengan demikian sebagai lembaga intermediasi, BPR belum mampu sepenuhnya mendeteksi berbagai potensi pasar keuangan di wilayahnya secara maksimal. Akibatnya BPR belum bisa memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang dimiliki masyarakat sekitarnya baik dari segi dana maupun penyaluran kredit...
Dalam rangka peningkatan kemampuan sumberdaya manusia BPR agar bisa melakukan identifikasi potensi pasar keuangan pedesaan di sekitar wilayah kerja BPR, untuk itu  KBI Semarang menyelenggarakan pelatihan “Survei Potensi Pasar Keuangan Pedesaan dengan Metoda Rapid Rural Appraisal (RRA)” pada tanggal 21 s.d 25 maret 2011 di Salatiga  – Kabupaten Semarang. Pelatihan ini diikuti oleh 39 orang peserta yang terdiri dari Pimpinan atau pejabat  setingkat di level pejabat executive. Dari 39 BPR  yang tersebar di wilayah Jawa Tengah  dan di Wilayah Kerja KBI Semarang.
Dari latar belakang tersebut selanjutnya dapat dilakukan kegiatan yang tidak terpisahkan dari pelatihan ini adalah melaksanakan survei lapangan yang diikuti oleh seluruh peserta dengan mengambil suatu daerah kunjungan di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Kegiatan survei lapangan ini secara umum memiliki tujuan untuk mengimplementasikan teori survei dengan metoda tersebut yang telah dibahas bersama di Hotel Laras Asri. Selain itu kegiatan survei lapangan ini juga memiliki tujuan khusus seperti diuraikan di bawah ini.

B.    TUJUAN SURVEI

Survei lapangan yang dilaksanakan oleh peserta memiliki tujuan  yaitu menggali “Potensi pasar keuangan (dana dan kredit), Harga pokok tanaman obat dan Tingkat persaingan lembaga Keuangan yang terdapat di 4 desa yaitu Desa Patemon, Desa Butuh, Desa Duren dan Desa Regunung” yang pelaksanaan tempat yang sudah di tentukan oleh Bank Indonesia .
Seperti diketahui bahwa mengingat keterbatasan dalam sisi sumberdaya manusia dan waktu, kami belum mampu mengidentifikasi seluruh potensi pasar keuangan pedesaan di wilayah survei. Karena itu kami belum bisa memanfaatkan potensi dana masyarakat secara optimal. Seiring dengan itu potensi pembiayaan berbagai sektor usaha dan masyarakat umum yang memerlukan kredit dari bank juga belum dapat dilayani.
Dengan adanya survei mengenai potensi pasar keuangan di empat desa tersebut hasilnya diharapkan dapat bermanfaat bagi kami dalam menyusun rencana kerja. Sekaligus merupakan peran serta dari Bank Indonesia terhadap membatu peningkatan pembangunan perekonomian daerah terutama di Kecamatan Tengaran – Kabupaten Semarang.

BAB 2
KEGIATAN DAN HASIL SURVEI

A.    WILAYAH SURVEI

Sebagai daerah tujuan survei yang ditentukan untuk keompok kami yaitu Desa Duren Kecamatan Tengaran – Kabupaten Semarang. Pemilihan desa tersebut didasarkan :
  1. Perkiraan adanya potensi pasar keuangan di desa tersebut yang belum terjamah oleh lembaga keuangan
  2. Perekonomian yang masih rendah terlihat sebagian masyarakat mempunyai pekerjaan sebagai Petani dan hanya terdapat 7 Toko dan 3 warung.
  3. Jarak tempuh dari lembaga keuangan ke desa tersebut cukup jauh.
Secara umum letak geografis desa tersebut adalah di sebelah Barat Desa regunung, sebelah selatan Desa Sugihan dan untuk perbatasan utara dan Timur Kec. Susukan dari jalan raya berjarak antara  7 km.
Desa Duren mempunyai luas penggunaan lahan sawah sebesar 165 ha, bukan lahan sawah 288 ha desa ini mempunyai 8 dusun, 8 Rw dan 35 Rt dengan kondisi sosial masyarakat pada umumnya petani,buruh tani dan buruh industri. Total penduduk sebanyak 4688 orang terdiri dari 1337 KK.

B.    METODA SURVEI

Untuk mengetahui potensi pasar keuangan ( dan kredit ), harga pokok tanaman dan tingkat persaingan lembaga keuangan di desa tersebut telah dilaksanakan survei lapangan dengan menggunakan Metoda Rapid Rural Appraisal (RRA). Lebih lanjut mengenai RRA dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut:
  1. RRA adalah suatau metoda untuk memahami kondisi masyarakat pedesaan. RRA digunakan sebagai kompromi antara survei akademis yang kompleks dengan kunjungan pedesaan yang fleksibel baik dalam desain, proses maupun analisis hasil penelitian
  2. RRA bukanlah metoda yang standar dan juga prosedur baku, namun membutuhkan keluwesan sikap pelaksana maupun metoda yang digunakan.
  3. Proses dan hasil RRA tergantung kepada tujuan, kondisi setempat, tim pelaksana serta sumber daya yang tersedia
  4. Proses RRA dimulai dengan memperhatikan kondisi daerah yang dilakukan melalui pengamatan langsung, diskusi dengan aparat dan perwakilan warga setempat dan diakhiri dengan dialog atau wawancara kepada anggota rumahtangga pedesaan.
  5. RRA memiliki ciri keluwesan artinya meskipun kunjungan lapangan telah dipersiapkan dengan matang namun masih tetap fleksibel untuk merubahnya. Dengan demikian hasil survei yang diperoleh hanya seakurat informasi yang dibutuhkan dengan kecermatan yang memadai untuk pengambilan keputusan.
  6. Untuk pengurangan bisa dari hasil survei yang kemungkinan terjadi, maka dalam pengambilan data dilakukan teknik wawancara model trianggulasi.
  7. Dalam penentuan responden dilakukan teknik sampling secara acak namun diharapkan dapat mewakili populasi masyarakat desa yang disurvei. Kemudian pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dilengkapi dengan daftar topik pertanyaan yang bertujuan mencari jawaban terhadap tujuan survei.
C.    PELAKSANAAN SURVEI

Survei dilaksanakan selama 1 (satu) hari pada tanggal 23 Maret 2011 dengan penggunaan waktu sekitar 8 jam efektif yang melibatkan 10 peserta pelatihan. Mengingat terdapat 8 dusun dalam satu desa dan keterbatasan waktu jumlah responden sebanyak 35 orang yang terdiri dari Aparat Desa, Gapoktan dan masyarakat umum.

D.    HASIL SURVEI

Berdasarkan hasil wawancara dari 35 reponden yang diantaranya kami sebutkan dibawah ini :
No    Nama Responden dan tingkat pendapatannya (Rp./hari)    Keterangan
       
1  Responden  Hasyim, Jumeni, Supriyadi, Bakir, Subandi (>Rp.25.000,- s/d Rp.30.000,-)    Empat responden tersebut belum mengenal Bank karena mereka mengaku bahwa penghasilan mereka tidak cukup untuk menabung / mengangsur dan juga mereka mengaku bahwa belum mengetahui prosedur menabung atau pinjaman di Bank.    
6    Sumarto (> Rp.50.000,-)    Responden tersebut telah berhubungan dengan bank umun sebagai peminjam dan penabung aktif,selain itu responden juga menabung aktif di BMT.
7    Rumiyah (> Rp.70.000,-)    Responden belum berhubungan dengan bank tetapi responden  memiliki simpanan berupa uang  yang kemudian jika terkumpul akan dibelikan ternak dan emas / perhiasan.     

Dari hasil survei yang kita laksanakan terdapat fakta bahwa mata pencahariaan utama adalah Petani, Pensiunan, Buruh Tani, PNS & Pegawai swasta.  Namun secara umum dari monografi statis yang ditampilkan ternyata desa tersebut memiliki jumlah penduduk 4688 jiwa terdiri dari: (a) laki-laki : 2.378 jiwa dan (b) Perempuan : 2.310 jiwa.
Jumlah kepala keluarga di desa ini adalah 1337 KK dengan jumlah  mata pencaharian  sebagai berikut:
  1. Petani                                         : 951 orang
  2. Pensiunan                                   :   31 orang
  3. Buruh Tani                                 :   78 orang
  4. PNS & Pegawai Swasta     :   35 orang
  5. Lainnya                                      : 242 orang
Hasil survei potensi keuangan ( dana dan kredit ), potensi tanaman obat dari desa tersebut dapat diuraikan secara ringkas sebagai berikut ( terlampir ). Selanjutnya dapat dilihat kondisi ekonomi masing-masing desa ternyata berbeda satu dengan yang lain, tetapi yang pasti bahwa mata pencaharian penduduk yang terbesar adalah Petani. Disamping masih terdapat mata pencaharian sampingan yang dilaksanakan hampir sebagian besar penduduk.
Selanjutnya dari responden yang diwawancarai hanya sebagian mengenal adanya lembaga keuangan untuk tabungan dan kredit, Dari responden juga diketahui sebagian telah memanfaatkan fasilitas dari lembaga keuangan  seperti PNPM,PUAP,BRI dan BMT.
Tidak terdapat lembaga keuangan yang menetap didesa Duren. Namun, ada lembaga keuangan yang melaksanakannya dengan jemput bola. Adapun komparasinya dari wawancara dengan responden didapat hasil sebagai berikut  :

No    Lembaga Keuangan    Rata2 Plafond    Rata Jangka    % Bunga    Pelayanan
1       PNPM                       1.500.000          12 bln             1,50           Baik
2       PUAP                        1.000.000          12 bln             2,00           Baik
3       BRI                           2.500.000           12 bln             1,50           Baik
4       BMT                         500.000                6 bln             2,00           Baik

Dari data tersebut dapat di tarik bobot  terbaik dari 4 lembaga keuangan diatas  sbb:
1.    PUAP (Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan)  sebagai  dasar yaitu :
•    Merupakan dana hibah dari Kabupaten yang disalurkan melaluI GAPOKTAN dan disalurkan kepada 9 kelompok yang ada di dusun tersebut.
•    Tidak dikenakan denda  karena pengelolaan nya  oleh masyarakat sendiri 
•    Hasil dari bunga sebagian untuk dana sosial dan untuk dikembalikan sebagai SHU akhir  tahun.
2.    PNPM MANDIRI :
•    Bunga yang cukup murah
•    Diberikan  pelatihan  usaha selain  diberikan  pinjaman
3.    BRI
•    Bunga yang cukup  murah
•    Tidak memberikan pelatihan usaha
4.    BMT
•    Jangka waktu lebih pendek
•    Bunga lebih mahal
•    Semata – mata mencari keuntungan


BAB  3
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari hasil survei di Desa Duren kecamatan Tengaran dapat disimpulkan sebagai berikut yang mengacu pada Tujuan awal Survei:
  1. Potensi pasar keuangan pedesaan cukup potensial baik ditinjau dari potensi dana  maupun potensi kredit dari masyarakat perkiraan untuk rata2 kemampuan tabungan Rp.309.674.160,- sedangkap potensi rata2 tingkat kebutuhan kredit Rp.2.099.485.831,-
  2. Berdasarkan hasil survei mata pencaharian petani (tanaman Obat yaitu jahe dan kunyit) namun dari hasil  tanaman tersebut rata2 penghasilan mereka  perorang perbulan untuk jahe Rp. 921.000,- dan untuk tanaman kunir yaitu Rp.69.000,- potensi tanaman obat di daerah tersebut tidak potensial.
  3. Tingkat persaingan Lembaga keuangan cukup potensial dengan dasar tingkat persaingan Lembaga Keuangan sudah cukup banyak diantaranya PNPM Mandiri, BMT, PUAP (Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan) dari kabupaten dan BRI. Meskipun demikian setiap dusun memiliki potensi yang berbeda, kondisi ini dipengaruhi oleh tingkat ekonomi penduduk yang berbeda dilihat dari mata pencaharian yang dimiliki.


B.    SARAN
Dari hasil survei tersebut dapat di berikan saran untuk lembaga keuangan sebagai berikut:
  1. Untuk potensi dana masih dimungkinkan dapat diperoleh karena sebagian besar masyarakat bekerja dan mempunyai penghasilan.
  2. Dari segi Potensi kredit masih dimungkinkan untuk diberikan tambahan kredit mengingat masih perlunya mereka untuk peningkatkan hasil panen dan pengembangan usaha lainnya.
  3. Dari segi tanaman obat (tanaman jahe dan kencur) tidak potensial
  4. Dari segi tingkat persaingan lembaga keuangan cukup potensial dan masih di mungkinkan untuk penawaran kembali dari lembaga keuangan lain selain PNPM,BMT, BRI, PUAP.

TEAM SURVEY
Imron
Edy Prasetyana
Dewi Anggraeni
Nor Isni Rizal
Hermawan
Ari Setiawan
Rudi Santoso
Rony Ardianto
Imam abadi
Basuki

§Edy Prasetyana
§Dewi Anggreini
§Nur Isni Rizal
§Imron
§Hermawan
§Ari Setiawan
§Rudi Santoso
§Rony Ardianto
§Basuki
§Imam Abadi

    Senin, 14 Juni 2010

    How You Think, is How You Act, is Who You Are (Bagian 2)

    “Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menyertaimu” –Alm. Rahmat Abdullah–

    Setiap orang yang belajar finance kenal sepuluh aksioma dasar. Salah satunya tentang risk and return trade-off, yang mengatakan: Low risk, low return. High risk, high return. Kalau boleh disambung, no risk, ya no return. Visi, mimpi, creating the future, out-of-the box thinking, keluar dari comfort zone, berpikir “bandel”, memang punya risiko, punya ketidakpastian yang sangat besar. Tapi kembali, di situlah bedanya leader dengan orang kebanyakan: leader adalah risk-taker, sementara common people cenderung risk-avoider.

    Ibarat atlet, leader adalah pelari maraton, bukan sprinter. Orientasi, sekaligus kriteria suksesnya diletakkan dalam time frame yang panjang (longer term), jauh di depan. Pemimpin sejati bukanlah manusia instan yang tergiur oleh ”sukses” remeh-temeh berjangka pendek, yang bisa jadi justru merupakan virus atau rayap yang pelan-pelan menggerogoti fondasi bangunan masa depan. Hari esok. Bahkan hari esok yang sangat jauh di depan dan abadi: akhirat. Di sanalah pemimpin sejati menitipkan harapannya. ”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kami kerjakan” (QS. Al Hasyr: 18).

    Visi akhirat membuat pemimpin menjadi cerdas menata kekiniannya, langkah-langkahnya, utilisasi sumber dayanya. Visi akhirat pula yang membuat pemimpin sejati teguh-kukuh dan tak kenal kalah, apalagi patah. Luka-luka akibat terantuk cadas, bahkan yang paling parah sekalipun, dilihat sebagai lecet-lecet kecil yang akan terobati oleh waktu, dan sama sekali tak membuat surut. Visi akhirat juga membuat pemimpin tak punya kata ”puas” dalam kamus hidupnya. Ia terus beramal. Terus berbuat. Tak pernah berpikir untuk berhenti dan berleha-leha menikmati ”gula-gula” jangka pendek, karena ia tahu betul bukan itu yang ia mau.

    Itulah the power of vision! Visi hebat yang menjangkau jauh ke depan membuat masalah, kendala, dan kesulitan hanya kerikil-kerikil kecil yang tak berarti. The true leader berpikir, kalaulah dalam perjalanan menggapai mimpi itu saya menderita sakit, Allah akan menyembuhkan saya. Kalaulah saya jatuh, dengan pertolongan Allah saya akan bangun lagi. Jika saya kalah, itu tak akan selamanya. ”Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikanNya gugur sebagai syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir” (QS. Ali ”Imran: 140-141). So, no big deal!

    Pemimpin sejati memang istiqamah dan disiplin. Ia konsisten, konsekuen, dan presisten terhadap visinya. Tak mau kompromi. Enggan ditawar. Namun, ia inovatif dan berani mengambil risiko dalam cara. Ada fleksibilitas yang luar biasa dalam mencari solusi. Ada conviction bahwa untuk menjadi leader yang sukses bukan berarti tak boleh gagal, melainkan harus melihat hasil yang tak sesuai dengan harapan sebagai bagian dari proses pembelajaran, sebagai feedback, sebagai sinyal keharusan untuk berganti cara. Ketika pemimpin sejati terantuk sebuah tembok penghalang, bukan cita-citanya yang ia kesampingkan, melainkan strateginya yang ia ubah.

    Anda suka bergunjing? Kalau ya, artinya anda belum cukup qualified untuk menjadi pemimpin. Lho kok? Terlepas dari masalah bahwa bergunjing itu dosa, pergunjingan biasanya berisi masalah. Semua peserta majelis pergunjingan dengan penuh semangat menyoroti masalah, bahkan membesar-besarkan masalah, dengan menambahkan aneka bumbu penyedap rasa. ”Abis ..., soalnya ..., masalahnya ...,” demikian kira-kira redaksi kalimat para penggunjing itu. Tak ada yang bicara solusi. Bahkan tak ada yang berharap ada solusi. Mohon dicatat: leader berpikir tentang solusi, bukan tentang masalah. ”Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa telah kamu kerjakan” (QS. At Taubah: 105). Jadi, cuma ada tiga kata kunci. Pertama, action! Kedua, juga action! Dan ketiga, jangan berhenti action!

    How You Think, is How You Act, is Who You Are (Bagian 1)

    “Pemimpin yang baik dan mengerti arah perubahan, akan memimpin dengan contoh. Ia berada di depan, berkorban demi kebaikan. Ia mengajak yang lain berkorban, tanpa harus merasa susah.” –Rhenald Kasali–

    Suatu pagi tiba-tiba masuk sebuah SMS dari seorang sahabat. Ia mengajukan pertanyaan, ”Mengapa para motivator, trainer, dan konsultan, tidak menjadi pemimpin besar dunia yang membuat perubahan besar untuk kesejahteraan umat manusia, mengukir sejarah? Mereka asyik saja memotivasi orang dan bicara banyak tentang leadership, tanpa menjadi pelaku utama”. Dug! Karena profesi saya trainer dan konsultan, dan dalam banyak kesempatan diminta menjadi motivator, pertanyaan tersebut lumayan menohok saya, namun di sisi lain juga memaksa saya berpikir untuk menemukan jawabannya.

    Motivator, trainer, dan konsultan, sebagaimana juga dokter, pengacara, presiden, gubernur, ketua parpol, dan anggota legislatif, adalah profesi. Sementara pemimpin, leader, bukanlah profesi, melainkan peran dan sekaligus kualitas personal seseorang. Implikasinya, seorang presiden, gubernur, maupun ketua parpol belum tentu pemimpin. Sebaliknya, seorang konsultan, dokter, atau pengacara belum tentu bukan pemimpin. Walaupun memang ada profesi tertentu yang sebenarnya menuntut kapasitas kepemimpinan – kemampuan menjalankan peran sebagai pemimpin dan kualitas personal sebagai pemimpin – yang relatif lebih tinggi dibandingkan profesi lainnya.

    Mari kita lihat leader sebagai peran. Sebuah peran ditunjukkan oleh sekumpulan perilaku yang memiliki pola tertentu. Jangan dilupakan formula dasar bahwa perilaku adalah fungsi – refleksi, akibat – dari pola pikir. Ingat kembali hubungan: how you think is how you act, is who you are. Dalam konteks ini seseorang disebut leader karena ia berperilaku leader, yang merupakan dampak dari pola pikir leader pula.

    Bagaimana seorang leader berpikir? Leader berpikir bagaimana menghadapi, dan bahkan memenangkan perubahan. Bagaimana organisasinya atau masyarakatnya dapat meniti gelombang turbulensi, dan bukan sekedar selamat, namun juga mampu melompat ke jenjang yang lebih tinggi. Leader menyadari bahwa agar tak tergulung oleh perubahan ia harus punya visi yang jelas, yang kemudian di-buy in oleh para pengikutnya, sehingga kemudian menjadi shared-vision, visi bersama. Visi yang jelas itu membuat leader tahu pasti apa yang harus dilakukan, dan mengapa hal tersebut harus dilakukan, walaupun sangat mungkin ia membutuhkan bantuan orang lain untuk mengelola kompleksitas yang timbul sebagai dampak gelombang turbulensi dengan menyusun rencana bagaimana mobilisasi sumberdaya harus dilakukan dan anggaran keuangan yang menjadi konsekuensinya.

    Di sinilah titik beda yang membuat pemimpin menjadi begitu unik. Leader berorientasi ke masa depan (one day) di suatu tempat yang sama sekali berbeda (be somewhere), bukan sekedar re-inventing the wheel, berkubang dengan problematika klasik yang dari itu ke itu juga. Ia sangat berani bermimpi menembus batas realitas, karena ia menghayati bahwa menciptakan masa depan – learning from the future – adalah tugasnya. Bagi pemimpin sejati, sejarah dan kekinian adalah guru dan pemberi peringatan agar tak mengulangi kebodohan yang pernah terlanjur dibuat, terperosok ke dalam lubang yang sama, namun sama sekali bukan koridor pembatas, apalagi belenggu pemasung kemerdekaan berpikir dan bermimpi.

    Bermimpi adalah kompetensi yang mutlak dimiliki seorang leader. Bukan sekedar bermimpi, namun melakukan visualisasi dalam pikiran sedemikian rupa sehingga mencapai titik disosiasi. Disosiasi adalah sebuah kondisi di mana kita seolah-olah melihat rekaman video tentang mimpi kita – lengkap dengan gambar, suara, dan sensasi rasa (visual, auditory, kinesthetic) – di mana kita melihat diri kita sendiri dalam film itu sebagai aktor utamanya. Disosiasilah yang membuat otak dan pikiran kita “tertipu”, merekam imajinasi itu, mimpi kita, sebagai realita, sehingga menjadi referensi yang sangat kuat, dan pada gilirannya mampu menciptakan sense of certainty, rasa pasti, yang membangun keyakinan kita, belief, terhadap visi itu. Dan jangan lupa, sense of certainty, belief, merupakan perintah mutlak, unquestioned command, terhadap sistem saraf dan proses-proses biokimia dalam tubuh kita, yang pada gilirannya akan membangunkan seluruh potensi tak terbatas yang sebelumnya lelap tertidur.

    Ada cerita kecil tentang ini. Konon, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan, sepuluh ekor anak kodok menggagas lomba memanjat menara. Karena penasaran khalayak ramai berkerumun menyaksikan lomba yang tak lazim itu. Mereka bertepuk dan bersorak-sorai, namun sejatinya bukan memotivasi, bahkan kebalikannya, mengejek dan menafikkan kemungkinan kesepuluh anak kodok itu akan berhasil. Benar juga apa kata penonton, satu demi satu anak-anak kodok itu tergelincir jatuh. Teriakan penonton semakin brutal, dan kian banyak pula peserta lomba yang terpeleset dan gagal. Namun tunggu dulu. Ada satu anak kodok yang bergeming. Sama sekali tak terpengaruh! Ia terus merayap menunju puncak menara. Perlahan tapi pasti. Dan akhirnya ... dia berhasil! Maka penontonpun heran. Mereka mencoba mencari tahu mengapa anak kodok yang satu ini sukses mencapai puncak. Masya Allah, ternyata dia ... tuli!

    Kesimpulannya, kalau mau berhasil jadilah pemimpin yang ”tuli”. Tuli terhadap seruan negatif para provokator! Sekali anda punya niat baik, punya mimpi besar untuk mengubah diri dan dunia di sekitar anda, fokuskan pandangan ke depan, mantapkan hati, busungkan dada, bermunajat mohon pertolongan dan penjagaan Allah SWT, lalu ... melangkahlah! ”...Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadaNya” (QS. Ali ’Imran: 159).

    Godaan paling klasik dari para provokator itu adalah cercaan bahwa impian kita tidak realistik. Impian memang mestilah tak realistik saat ini, di sini, bagi orang-orang yang tak mempercayainya. Bahkan, sebenarnya dalam hidup kita tak pernah sunguh-sungguh mengalami apa yang disebut ”realita”, karena yang kita alami adalah persepsi kita tentang realita. Jika tidak hati-hati, yang kita sebut realita akan lebih banyak menjadi jeruji besi pemasung cita-cita. Dan lebih lanjut, pada titik inilah seorang pemimpin sejati menjadi begitu berbeda: keyakinannya terhadap sebuah impian yang hebat, sense of certainty-nya, membuatnya mampu mencapai apa yang dianggap tidak realistik oleh orang lain. Dalam sebuah pertempuran, seorang sahabat Nabi SAW dengan semangat menggebu memacu kuda tunggangannya teramat cepat, sampai-sampai sahabat yang lain bertanya apa yang mendorongnya berbuat demikian. Sahabat itu menjawab, ”Wahai sahabatku, aku mencium bau surga di hadapanku.” Subhanallah! Surga sudah menjadi realita dalam indera gustatory (penciuman) sahabat tersebut, menjadi unquestioned command, ledakan energi luar biasa yang memacu dirinya menggempur musuh untuk mencapai tujuannya: surga!

    Dan dalam konteks bangsa kita, ketika ”realita” menunjukkan bahwa prestasi olahragawan kita terus meluncur di bawah titik nol, bahkan di ajang semungil SEA Games, sementara prestasi korupsi kita kian menjulang, human development index kita semakin babak belur, dan beragam bencana kian seru menggempur, pemimpin yang punya kompetensi to learn from the future, atau meminjam istilah Rhenald Kasali, mampu me-re-code dirinya, merupakan necessary condition, prasyarat yang pantang ditawar untuk bangkit. Dia adalah seorang pemimpin dengan visi besar, ”terbentuknya Indonesia baru yang adil, sejahtera, dan bermartabat, serta karunia dari Allah Pencipta alam semesta”.

    Rabu, 02 Juni 2010

    TIPS MELAYANI CUSTOMER

    Untuk lebih profesional dan manajemen anda teratur dalam berbisnis online, tipsnya sangat sederhana dan mudah kok serta memudahkan anda dalam bekerja. Customer yang melihat usaha anda pasti di dalam hati mengatakan usaha anda benar- benar profesional.
    1. Menjawab semua pertanyaan customer dengan benar dan ramah. Memastikan semua customer yang pernah belanja di tempat kita, disimpan informasi nama, alamat, no HP, dan juga kalau ada nomer rekeningnya. Sehingga ketika mereka bertanya atau mau berbelanja kembali, kita dengan cepat merespon dan menyapa mereka seolah kita telah berkenalan sebelumnya. Walaupun hanya via internet atau SMS.
    2. Memberikan penawaran yang adil bagi semua dan tidak pilih kasih terhadap customer he he he. Kenapa begitu? Karena saya yakin sesama customer mungkin saja nanti akan saling berhubungan dan (mungkin) mengkonfirmasi tawaran dari website kita.
    3. Menghitung nota belanja dan ongkos kirim dengan akurat. Menyiapkan nota penjualan yang akurat, bersih, tidak asal-asalan.
    4. Menginformasikan kepada pembeli apapun kondisi yang kita alami ketika menyiapkan paket yang akan kita kirimkan. Jujur dan komit dengan transaksi yang sudah deal.
    5. Pastikan dana pembayaran sudah masuk ke rekening kita ya sebelum mengirim barang. Dan jangan sekali-kali 'ngemplang' dengan tidak mengirimkan barang pesanan tersebut jika ingin nama kita sebagai pebisnis online tetap berkibar. Menjaga nama baik berarti sama dengan menjaga komitment, kredibilitas dan integritas diri.
    6. Kembalikan kelebihan dana customer tanpa menunda-nunda lagi.
    7. Be profesional, bungkus paket dengan rapih, simpan resi pengirimannya sehingga ketika paket belum tiba ke tujuan, kita dapat dengan mudah mencari kembali nomer referensi untuk melakukan penelusuran kepada ekspedisi tempat kita mengirim paket.

    YUK! BUKA USAHA SENDIRI

    Mungkin Anda tidak puas dengan penghasilan yang Anda dapatkan. Atau mungkin Anda masih punya waktu luang di luar pekerjaan utama? Bila Anda merasakan hal itu, mungkin Anda mulai berpikir membuka usaha sendiri di luar pekerjaan utama. Kita biasa menyebut usaha ini sebagai usaha sampingan. Kalau sekarang Anda ikut mencari penghasilan dalam keluarga, berarti Anda punya dua sumber penghasilan. Jika usaha ini makin lama makin tumbuh besar, Anda bisa memilih untuk konsentrasi di usaha Anda sendiri atau menyerahkan pengelolaan pada orang lain. Sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu untuk diri Anda sendiri, sementara pemasukan terus berjalan. Jadi, usaha sendiri bisa memberikan Anda kebebasan waktu dan uang. Enak kan? Bandingkan dengan apabila Anda bekerja pada orang lain. Tetapi merintis usaha sendiri tidak segampang itu. Awalnya, Anda harus terlibat penuh dalam usaha tersebut. Anda harus merancang sistemnya, mengatur siapa saja orang-orang yang akan membantu, bagaimana usaha itu bisa berjalan, bagaimana memasarkan, dan lain sebagainya. Bahkan boleh dibilang, pada awal membuka usaha sendiri membutuhkan usaha yang lebih keras dibanding bila Anda bekerja pada orang lain. Tetapi jika usaha itu sudah mulai berjalan dengan baik, Anda pelan-pelan bisa mulai meninggalkannya dan membiarkan usaha tersebut berjalan dengan sendirinya.
    BILA INGIN MEMBUKA USAHA SENDIRI. Sekarang, apa sih yang harus Anda perhatikan kalau ingin membuka usaha sendiri?
    1. Bidang Usaha
    Tentukan lebih dulu, bidang usaha macam apa yang ingin Anda jalankan. Apakah Anda ingin menjalankan usaha rumah makan kecil? Atau apakah Anda ingin membuka toko aksesoris seperti Tini, atau justru ingin membuka sebuah butik? Bagaimana kalau toko suvenir yang menjual pernik-pernik lucu seperti gelas-gelas lucu atau semacamnya? Bisa juga kan? Pada prinsipnya, semua bidang usaha tersebut bisa dibagi menjadi:
    Bidang usaha yang jarang atau belum ada.
    Beberapa dari Anda mungkin ragu bila ingin memulai bidang usaha yang belum ada atau masih jarang dilakukan. Tapi itu bukan berarti Anda tidak akan sukses. Tengok Aqua. Ketika pertama kali diperkenalkan, banyak orang ragu apakah Aqua bisa berhasil di pasaran, padahal belum pernah sebelumnya ada pengusaha yang menjual air minum dalam botol. Bahkan pada awalnya banyak yang mencibir: apa ada orang yang mau membeli air dengan harga lebih mahal dari bensin? Apalagi kita bisa memasak air minum sendiri di rumah. Nyatanya Aqua sukses besar.
    Bidang usaha yang sudah banyak dilakukan
    Bisa juga Anda memulai Bidang Usaha yang sudah banyak dilakukan. Kalau tadi banyak orang ragu untuk memulai bidang usaha yang baru, tapi di lain pihak banyak juga orang yang ragu untuk memulai bidang usaha yang sudah banyak dijalankan. Sebagai contoh, banyak wanita yang ragu untuk membuka butik, karena di sekitarnya sudah banyak yang melakukannya.
    Sebenarnya, walau butik Anda baru berdiri, tapi kalau baju-baju yang Anda jual mempunyai kelebihan atau ciri khas dibanding pesaing Anda, selalu ada peluang untuk berhasil. Belum lagi faktor pelayanan yang baik, walau usaha ini banyak pesaingnya, maka peluang berhasil tetap terbuka. Butik BIG milik seorang artis bernama Hughes misalnya, cukup laku juga tuh. Itu karena butik itu memiliki spesialisasi khusus, yaitu hanya menjual baju yang diperuntukkan bagi wanita yang memiliki berat badan ekstra.
    2. Lokasi
    Di mana Anda ingin membuka lokasi usaha Anda? Di rumah sendiri? Atau Anda ingin menyewa sebuah tempat kecil di pinggir jalan? Atau Anda ingin menyewa sebuah ruko? Jangan lupa bahwa dalam beberapa jenis bidang usaha, lokasi memegang peranan yang cukup penting. Anda sendirilah yang harus menentukan lokasi mana yang tepat dalam usaha Anda. Sekali lagi, lokasi memegang peranan yang sangat penting.
    3. Pelanggan
    Bagaimana Anda mendapatkan pembeli barang dagangan Anda? Atau bila itu usaha jasa, bagaimana cara Anda akan mendapatkan klien? Apakah Anda akan memulainya dengan mempromosikannya dari mulut ke mulut? Ataukah Anda akan membuat brosur dan meye-barkannya dari rumah ke rumah?. Beberapa orang yang saya kenal mempromosikan usahanya dengan memasang plang di depan tempat usahanya. Ada juga yang mempromosikan usahanya dengan memasang iklan kecil di koran. Atau, kenapa Anda tidak mencoba memasang iklan Anda di internet? Internet terbukti merupakan media yang ampuh dalam menjaring pembeli, walaupun mungkin tidak semuanya. Yang terpenting di sini adalah Anda sudah harus tahu terlebih dahulu tentang bagaimana cara Anda dalam mendapatkan pembeli atau klien dari usaha Anda. Bila tak ada pembeli, tak akan ada penjualan. Bila tak ada penjualan, maka usaha Anda tidak cukup berhasil. Sederhana sekali. Ini sudah saya buktikan sendiri lho, ketika saya mengiklankan usaha saya lewat komunitas milis..
    4. Tenaga Kerja
    Berapa orang yang akan Anda pekerjakan? Apakah hanya Anda sendiri yang bekerja di situ? Apakah Anda juga mempekerjakan sejumlah orang dalam usaha Anda? Mungkin ada baiknya kalau Anda mulai dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit lebih dahulu. Nanti bila usaha Anda makin berkembang, Anda mungkin akan membutuhkan sejumlah tambahan orang yang bisa Anda pekerjakan. Ada bagusnya bila Anda juga mempekerjakan anggota keluarga Anda. Seperti anak Anda (bila mereka sudah cukup umur tentunya), atau mungkin suami Anda. Dengan mempekerjakan mereka, maka secara tidak langsung mereka juga akan mempunyai rasa ikut memiliki dalam usaha tersebut. Dengan adanya rasa memiliki dari para anggota keluarga, maka dukungan yang diberikan kepada Anda untuk menjalankan usaha tersebut bisa makin besar.
    5. Perencanaan Keuangan
    Banyak usaha yang bangkrut karena kehabisan uang tunai. Karena itu penting sekali bagi Anda untuk memperhitungkan jumlah modal awal yang sebaiknya Anda miliki untuk bisa menjalankan usaha Anda. Alangkah baiknya apabila modal tersebut bisa mencukupi untuk membayar pengeluaran perusahaan selama 12 bulan ke depan. Selain modal awal, apa yang harus Anda lakukan adalah dengan membuat perkiraan arus kas selama 12 bulan ke depan. Perkiraan arus kas adalah perhitungan yang menggambarkan berapa perkiraan arus keluar masuk uang tunai dalam usaha Anda. Sama seperti modal, maka alangkah baiknya kalau Anda memiliki perkiraan arus kas selama 12 bulan ke depan. Dengan demikian, dalam setahun ke depan, usaha Anda diharapkan tidak akan bangkrut hanya gara-gara kehabisan uang tunai. Di samping hal-hal di atas, ada hal-hal lain yang perlu Anda perhatikan sehubungan dengan gaya berdagang Anda. Memang ada pepatah yang mengatakan bahwa orang baik bahagia hidupnya. Tapi dalam bidang usaha, terlalu baik hati bisa menciptakan sejumlah hambatan. Dan memang banyak pemilik usaha kecil yang terlalu "baik" dalam menjalankan usahanya, seperti:

    * Mereka terlalu mengalah terhadap partner atau langganannya
    * Mereka menetapkan harga yang pas-pasan saja atas produk dan jasa yang dijualnya
    * Mereka terlalu baik hati dan kurang tegas terhadap bawahannya
    * Mereka merasa ada sesuatu yang salah, kotor atau tak bermoral kalau mereka mendapatkan uang, keuntungan atau kesempatan.

    Karena itu, hindari hal-hal seperti itu. Pengusaha yang baik tidak berlaku baik, tetapi berlaku adil. Adil terhadap partner atau pelanggannya, adil terhadap harga barang dan jasa yang dijualnya, adil terhadap bawahannya, dan tentu saja adil terhadap dirinya sendiri. Terakhir, yang paling penting, ada satu hal yang harus ada di benak Anda sebelum memulai usaha sendiri, yaitu: SIAP UNTUK GAGAL. Rencanakan keberhasilan Anda, tetapi bersiaplah untuk gagal. Sehingga apabila Anda betul-betul gagal, Anda tidak akan down, dan Apabila anda berhasil membuat usaha ini, akan bikin anda ketagihan terus deh. Sumber Tabloid Nova Read more...

    TIPS USAHA BAGI PEMULA

    Untuk memulai usaha kadang-kadang sering bingung mo usaha apa yah yang bisa menghasilkan dan menguntungkan. Sering kali bila ada seminar tentang usaha anda tertarik mengikutinnya dan terus berkobar- kobar semangat anda bahwa anda harus bisa sukses, hal itu sudah tertanam di otak anda. tapi kalo sudah sampai di rumah kadang-kadang anda sering bingung pertama kali melangkah kemana supaya dapat ide yang pas buat memulai usaha.
    Ini pengalaman saya saat memulai usaha, Cobalah Tips ini :

    1. Pertama kali anda harus "TAKE ACTION" itu kunci perpenting. Take action anda bisa melihat di sekitar anda terutama lingkungan, pastilah anda menemukan ide. Atau biasanya kalo ada masalah "kepepet" butuh duit pasti kita menemukan ide tersebut. Betul tidak ? pasti betul. ada 3 kunci yang harus anda ketahui :
    2. Berbisnis tidak dengan modal yg banyak lho. anda bisa konsiyasi dengan teman anda, tetangga. Sekarang ini hanya dengan modal hanya menampilkan di website berbagai macam barang, dan menampilkan website anda dengan semakin ceria dapat mempengaruhi pelanggan untuk memesan kepada anda (penjual). Misalnya klo ada yang pesan, tinggal anda hubungin aja produsen anda buat kirim paketnya ke pelanggan. klo setiap hari aja rutin berapa uang yang anda terima.
    3. Kepercayaan kepada pelanggan itu penting. semakin anda di percaya oleh pelangggan, akan semakin banyak yang merekomendasikan kepada anda (penjual).


    MEMULAI USAHA

    Ini pertama kali yang memulai usaha pasti bingung, mo usaha apa yah....
    Karena bukan hanya saya aja yang pertama kali bingung, pasti anda yang mulai usaha pertama kali mengalami juga. Disini anda harus menyiapkan buku agenda untuk menulis usaha bidang apa yang cocok dengan anda. jangan putus asa ingat kegagalan adalah guru anda.
    Untuk memulai usaha sebagai berikut :

    1. Buat Ide dulu min 10 ide. ini saya praktekan sendiri, alhamdulillah berhasil 2 planning saya dari 8 ide yang saya bikin.
    2. Usaha yang anda bikin sesuai denga hobi atau karakter anda, pasti anda tanpa di sadarin pasti punya. Serta marketnya kalau bisa berbeda dengan market lainnya ---> sasaran penjualan anda.
    3. Pisahkan antara keuangan pribadi dengan Keuangan Usaha. nah disini manajemen anda harus disiplin, jadi ketahuan hasil keuntungan anda selama sebulan berapa.
    4. Jangan meminjam uang untuk memulai usaha bisnis. Seperti meminjam uang di bank, kartu kredit ini jangan anda lakukan karena anda akan membayar bunga bank setiap bulan. Padahal anda baru memulai usaha belom ketahuan usaha anda berhasil atau gagal.

    Nah ini trik anda dalam menjual produk harus punya konsep dasar yang berbeda dengan market lainnya. Diantaranya yaitu :

    * Unik
    * Memberikan servis yang terbaik kepada pelanggan supaya puas
    * Langsung merespon pelanggan/ constumer
    * Menjual sesuatu yang berbeda.


    Nah silahkan anda praktekan sendiri setelah anda membaca posting dari saya. Dulu pertama kali saya memulai usaha bingung juga. Tanpa saya sadari ternyata menemukan bidang usaha di bidang percetakan. Saya dan suami juga tidak pernah memperhitungkan kalau usaha ini bisa eksis sampe sekarang. Pertama kali saya masih belom bisa mengerti Internet lho.. Saya ini benar-benar nol, karena saya punya keingian dan suami pun merestui maka jadilah usaha ini. Untuk pengetahuan IT saya banyak di bantu oleh suami . Dengan keinginan yang keras untuk belajar membuat saya bisa bikin blog sendiri dan menemukan ide usaha baru . Maka dari itu mulailah dari sekarang bikin catatan apa yang anda raih.