Jumat, 12 Oktober 2012

KHASIAT KAYU MANIS


Kulit manis (Cinnamomum Sp.) atau lebih dikenal sebagai kayu manis ialah sejenis pohon penghasil rempah-rempah. Sejak abad ke-16, kayu manis telah digunakan sebagai bumbu masak. Ia merupakan rempah-rempah dalam bentuk kulit kayu yang biasa dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai penambah cita rasa masakan, sejak dulu ia dikenal punya berbagai khasiat. Bahkan, kayu manis saat ini sudah menjadi bagian dari bahan baku dalam industri jamu dan kecantikan.

Di dunia terdapat 54 jenis kayu manis, 12 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. Jenis tanaman kayu manis yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah Cinnamomum burmannii BL, lebih dikenal dengan nama Cassia vera. Kayu manis termasuk dalam famili Lauraceae. Rempah-rempah ini diduga berasal dari Sri Lanka dan India Selatan, meski tumbuh subur di Jawa, Sumatera, India Barat, Brasil, Vietnam, Madagaskar, dan Mesir. Di dunia internasional, kayu manis dikenal dengan nama cinnamon, yang berasal dari bahasa Yunani kinnamon. Kayu manis juga terkenal dengan nama sweet wood.

Tanaman ini sangat cocok dibudidayakan di daerah beriklim tropis dengan curah hujan 2.000-3.000 mm per tahun dengan kelembahan udara yang tinggi dan musim kering yang pendek. Ia dapat tumbuh baik di daerah berketinggian sampai 2.000 meter di atas permukaan laut. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat yang berlokasi di kebun percobaan Monako Lembang, diketahui bahwa jumlah dan mutu kulit kayu manis sangat dipengaruhi faktor-faktor jarak tanam, pemupukan, umur tanaman ketika dipanen, dan cara memanennya.
Khasiat

Sifat kimia dari kayu manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis. Kandungan kimianya antara lain adalah minyak atsiri, safrol, sinamadehid, eugenol, tanin, damar, kalsium oksanat, dan zat penyamak. Sinamaldehid adalah turunan dari senyawa fenol. Di dunia kedokteran, sinamaldehid diketahui memiliki sifat anti-agregasi platelet dan sebagai vasodilasator secara in vitro. Platelet adalah kolesterol yang menempel pada pembuluh darah. Agregasi (pengumpulan) platelet menyebabkan terjadinya aterosklerosis atau lemak mengeras di pembuluh arteri.

Karena kandungan tersebut, banyak manfaat dari mengonsumsi kayu manis, misalnya untuk menurunkan risiko aterosklerosis dan stroke. Selain itu, rempah-rempah ini ternyata juga sudah sejak lama dipercayai dapat mengobati kencing manis (diabetes mellitus). Kayu manis memiliki efek biomolekuler di pankreas. Ia mengandung senyawa kimia yang disebut PTP1B yang bekerja mengaktifkan senyawa di pankreas dengan cara mengaktifkan sel beta yang berfungsi menghasilkan insulin. Selanjutnya, insulin akan membuka pintu sel darah merah sehingga gula bisa masuk dan diubah menjadi energi. Senyawa PTP1B juga bekerja pada sel alfa yang berfungsi membantu hati menghasilkan glikogen. Sel ini mengubah gula menjadi glikogen atau cadangan energi. Ia menambah glikogen, berbeda dengan obat-obat diabetes yang langsung menurunkan gula darah. Obat herbal seperti kayu manis bekerja dengan cara mengoptimalisasi fungsi organ tubuh yang masih baik. Kenaikan kadar gula darah hanyalah simptom dari gangguan insulin. Sumbernya adalah pankreas yang bermasalah. Karena itu, fungsi pankreas harus diperbaiki.

Selain itu, kayu manis berkhasiat untuk obat asam urat, tekanan darah tinggi, maag, tidak nafsu makan, sakit kepala (vertigo), masuk angin, diare, perut kembung, muntah-muntah, susah buang air besar, asma, sariawan, sakit kencing, sebagai peluruh keringat (diaforetik), peluruh kentut (karminatif), meningkatkan nafsu makan dan menghilangkan sakit.
Beberapa penggunaan

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kayu manis sebagai obat:

    Pengambilan satu sendok teh (1 gram) kayu manis sehari bisa membantu mencegah diabetes. Setelah penggunaan kayu manis selama 40 hari, penurunan kadar gula darah puasa, trigliserida, kolesterol jahat LDL dan kolesterol total dapat diamati. Penurunan itu terus berlanjut hingga 20 hari berikutnya.
    Untuk mengatasi tekanan darah tinggi, ambillah 2 jari kayu manis, 10 gram asam trengguli, 10 gram kencur, 15 gram daun sena dan 20 gram daun saga. Lalu, rebuslah dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc. Air rebusan tersebut disaring dan diminum selagi hangat. Resep lainnya: 1 jari kayu manis, 10 gram asam trengguli, 60 gram rambut jagung, dan 30 gram daun seledri, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. Airnya disaring dan diminum selagi hangat.
    Untuk mengobati diare, ambillah 5 gram kayu manis dan 5 lembar daun jambu biji. Ramuan tersebut direbus dengan 600 cc air dan biarkan hingga tersisa 300 cc. Air ramuan tersebut disaring dan ditambahkan gula secukupnya, kemudian diminum dua kali sehari, 150 cc.









Sumber : Siamala Munusamy di.www.majalahkesehatan.com

1 komentar: